Telah kita ketahui bersama bahwa Microsoft Windows bisa di Tweaking guna meningkatkan performanya. Lalu bagaimana dengan Ubuntu? Apakah kita bisa melakukan optimasi terhadap sistem Ubuntu guna meningkatkan performa seperti hal-nya kita meningkatkan performa dari Microsoft Windows? Dengan bangga (maaf bila sedikit terkesan euforia), saya katakan, Ya, kita bisa lakukan hal yang sama terhadap Ubuntu yang kita miliki. Berikut langkah-langkahnya :
Matikan/Disable Fitur IPV
Saat ini hampir semua server telah menggunakan IPv4, sehingga penggunaan IPv6 sudah kurang begitu efektif (jika tidak mau di bilang conflict). Efek yang paling terasa dari penggunaan IPv6 ini adalah lambatnya kinerja web browser pada saat kita berinternet. untuk mematikan fitur IPv6, bukalah terminal atau konsole dan ketikkan :
Selengkapnya..
Di Ubuntu sangat tidak dianjurkan untuk tidak mengaktifkan user ‘root’ karena wewenang sebagai ‘root’ yang tidak terbatas. Sebagai gantinya Ubuntu memperkenalkan user dengan kemampuan admin tapi masih bisa ‘diotak-atik’ agar tidak terlalu memiliki wewenang yang berlebihan.
Dalam artikel ini, di bagian bawah, akan diberikan cara bagaimana menambahkan user dengan kemampuan sudo ‘spesial’ terbatas di Ubuntu yang karena suatu hal user tersebut diperlukan dalam kondisi kita membutuhkan seorang user yang memiliki hak ‘spesial’ namun user tersebut hanya diperbolehkan menggunakan beberapa perintah admin, misal untuk mengupdate atau mengupgrade Ubuntu atau untuk menambah dan mengurangi user baru.
Namun sebelumnya bagi yang belum tahu bagaimana caranya menambah user sudo di Ubuntu. User yang pertama kali menginstal Ubuntu secara otomatis sudah memiliki wewenang sudo. Dan berikut caranya untuk menambah user sudo bagi user-user lain yang kita anggap perlu:
Selengkapnya..
Ternyata di localhost pun bisa dibuat subdomain-subdomain, misalkan: tes.localhost, coba.localhost, aku.localhost dll.
Bagaimana caranya?
Tutorial ini didapat dari salah satu member di forum Ubuntu dan telah diujikan di komputer lokal saya yang terinstal Ubuntu. Hasil pengujian sukses dan kini saya memiliki beberapa subdomain di localhost.
Urutan-urutan pembuatan subdomain di localhost sebagai berikut:
Selengkapnya..
Grub (Grand Unified Boot Loader) merupakan bootloader yang juga sering digunakan pada sistem operasi Linux selain LILO. Di Ubuntu, Grub digunakan sebagai bootloader default.
Selama ini kita mengenal tampilan Grub ibarat TV hitam putih yang sebagian besarnya didominasi oleh latar belakang berwarna hitam dan dengan tulisan berwarna putih. Bosan dengan tampilan Grub yang seperti itu?
Anda bisa membuat Grub lebih berwarna dengan menambahkan file gambar ke dalam file setingan Grub. Berikut langkah-langkahnya:
Selengkapnya..
Bagaimana jika kita menemui kasus sebagai berikut:
Lima orang programmer sedang berkumpul untuk konsolidasi sistem yang tengah mereka buat. Masing-masing membawa notebook yang dilengkapi dengan wifi. Mereka membutuhkan koneksi satu sama lain sebagaimana sebuah LAN (Local Area Network). Inilah saat yang tepat untuk membuat access point di salah satu notebook, sedang notebook lainnya sebagai client.
Buatlah file repository RAB /etc/apt/sources.list.d/rab.list:
deb http://debian.rab.co.id/custom
Selengkapnya..
Bagi yang menggunakan Ubuntu tentu untuk memutar file-file mp3 dibutuhkan codec, dimana codec tersebut tidak disertakan dalam CD distribusi mp3. Bagi terkoneksi internet hal tersebut bukanlah masalah, tinggal jalankan langsung secara otomatis mendownload codec yang dibutuhkan. Bagaimana dengan yang jarang terkoneksi internet?

Selengkapnya..
Komentar Terbaru