<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>adhit.web.id™ &#187; Ubuntu</title>
	<atom:link href="http://adhit.web.id/tag/ubuntu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adhit.web.id</link>
	<description>my daily unix notes</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Sep 2011 13:50:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
<link>http://adhit.web.id</link>
<url>http://adhit.web.id/wp-content/plugins/maxblogpress-favicon/icons/favicon-56.ico</url>
<title>adhit.web.id™</title>
</image>
		<item>
		<title>Meningkatkan Ukuran File Yang Di-Upload Pada PHP</title>
		<link>http://adhit.web.id/meningkatkan-ukuran-file-yang-di-upload-pada-php/</link>
		<comments>http://adhit.web.id/meningkatkan-ukuran-file-yang-di-upload-pada-php/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 16:35:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Programming]]></category>
		<category><![CDATA[File]]></category>
		<category><![CDATA[PHP]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[Upload]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhit.web.id/?p=825</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimanakah cara meningkatkan batas upload file sebesar 2 MB menjadi 10 MB jika menggunakan Apache 2 UNIX  atau Linux web server, beberapa tips dibawah ini mungkin sering Anda baca, namun tulisan ini saya buat hanya sekedar pengingat saja. Dengan asumsi bahwa Anda memiliki kontrol penuh terhadap web server Anda. Jadi tips ini tidak berlaku buat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/06/php.png"><img class="alignleft size-full wp-image-18" title="php" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/06/php.png" alt="php Meningkatkan Ukuran File Yang Di Upload Pada PHP" width="180" height="95" /></a>Bagaimanakah cara meningkatkan batas <em>upload file</em> sebesar <strong>2 MB</strong> menjadi <strong>10 MB</strong> jika menggunakan Apache 2 UNIX  atau <a title="Linux" href="http://adhit.web.id/category/linux/" target="_self">Linux</a> <em>web server</em>, beberapa tips dibawah ini mungkin sering Anda baca, namun tulisan ini saya buat hanya sekedar pengingat saja. Dengan asumsi bahwa Anda memiliki kontrol penuh terhadap <em>web server</em> Anda. Jadi tips ini tidak berlaku buat Anda yang menggunakan jasa <em>share hosting</em>. <img src='http://adhit.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt="icon biggrin Meningkatkan Ukuran File Yang Di Upload Pada PHP" class='wp-smiley' title="Meningkatkan Ukuran File Yang Di Upload Pada PHP" /> </p>
<p style="text-align: justify;">Langsung saja ke pokok permasalahannya, pada <em>setting default</em>-nya <strong>PHP</strong> itu hanya membatasi kemampuan <em>upload file-</em>nya hanya sebesar 2 MB saja, namun ada kalanya kita membutuhkan kemampuan <em>upload file</em> yang lebih besar lagi misalnya meng-<em>upload</em> <em>file dump</em> SQL yang cukup besar melalui <em>phpMyadmin</em> walaupun sudah dikompres.</p>
<p style="text-align: justify;">Terdapat dua metode untuk melakukannya yaitu:</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-825"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>a. Melalui file php.ini</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam file php.ini jika Anda menggunakan Ubuntu, Anda dapat menemukannya di <em>/etc/php5/apache2/php.ini,</em> ada tiga parameter yang harus diubah yaitu :</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1.</strong> <strong><em>upload_max_filesize</em> </strong>merupakan ukuran maksimum file yang di-<em>upload</em> misalnya 2M</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2.</strong> <strong><em>memory_limit</em></strong> merupakan batas <em>memory</em> maksimum yang diijinkan jika menjalankan skrip PHP, hal ini untuk mencegah bilaman sebuah skrip mengkonsumsi memory server seluruhnya. Misalnya 32M, jika tidak ingin dibatasi Anda dapat mensetnya -1.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. <em>post_max_size</em></strong><em> </em> merupakan besarnya data <em>post</em> maksimum yang diijinkan. Hal ini berpengaruh terhadap file yang di-<em>upload</em>. Untuk meng-<em>upload</em> file yang lebih besar, nilai parameter ini harus lebih besar daripada  <em>upload_max_filesize</em>. Jika batas <em>memory</em> diaktifkan, maka nilai dari <em>memory_limit</em> harus lebih besar dari <em>post_max_size</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Misalkan nilai yang Anda ubuh untuk meningkatkan kemampuan batas upload menjadi 10 MB yaitu:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>memory_limit = 32M</p>
<p>upload_max_filesize = 10M</p>
<p>post_max_size = 20M</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kemudian simpan dan <em>restart</em> <em>web server</em> Apache Anda:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>#sudo /etc/init.d/apache2 restart</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>b. Melalui file .htaccess</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Anda dapat mengedit langsung file <em>.htaccess</em> dalam direktori <em>root web server</em> Anda, jika tidak ada Anda dapat membuatnyanya sendiri. Berikut parameter yang Anda dapat isikan :</p>
<p style="text-align: justify;">Buat file .htaccess :</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>#sudo touch /var/www/.htaccess</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Edit file .htaccess Anda :</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>#sudo nano /var/www/.htaccess</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kemudian isi parameter berikut ini:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>php_value upload_max_filesize 10M</p>
<p>php_value post_max_size 20M</p>
<p>php_value memory_limit 32M</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Simpan dan tutup.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika dalam <em>web server</em> PHP Anda diproteksi menggunakan <strong>suhosin</strong>, maka Anda dapat meng-edit <em>setting</em>-nya sebagai berikut :</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>#sudo /etc/php5/conf.d/suhosin.ini</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">kemudian cari atau tambahkan baris :</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>suhosin.memory_limit=32M</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengetahui web server Anda diproteksi menggunakan suhosin, buatlah sebuah halaman misalnya test.php yang isinya sebagai berikut:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>&lt;?php</p>
<p>phpinfo();</p>
<p>?&gt;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kemudian jalankan di browser Anda misalnya <em>http://localhost/test.php</em>, dari tampilan tersebut akan tampak bahwa <em>web server</em> Anda menggunakan suhosin atau tidak.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat Mencoba!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhit.web.id/meningkatkan-ukuran-file-yang-di-upload-pada-php/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>7 Macam Aplikasi Client Twitter di Ubuntu Linux</title>
		<link>http://adhit.web.id/7-macam-aplikasi-client-twitter-di-ubuntu-linux/</link>
		<comments>http://adhit.web.id/7-macam-aplikasi-client-twitter-di-ubuntu-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 15:12:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhit.web.id/?p=753</guid>
		<description><![CDATA[Twitter sebagai jaringan microblogging akhir-akhir ini begitu semakin populer, lihat saja di televisi maupun berita artis-artis maupun pejabat selalu tidak mau ketinggalan menggunakan Twitter disamping Facebook. Sebut saja Bill Gates yang akhirnya juga menggunakan Twitter. Teknologi yang berkembang sekarang pun semakin memudahkan kita untuk mengakses jejaring sosial tersebut, seperti melalui perangkat ponsel maupun smartphone, selain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2010/02/ninja_twitter.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-754" title="ninja_twitter" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2010/02/ninja_twitter-300x159.gif" alt="ninja twitter 300x159 7 Macam Aplikasi Client Twitter di Ubuntu Linux" width="300" height="159" /></a><strong>Twitter</strong> sebagai jaringan <em>microblogging</em> akhir-akhir ini begitu semakin populer, lihat saja di televisi maupun berita artis-artis maupun pejabat selalu tidak mau ketinggalan menggunakan Twitter disamping Facebook. Sebut saja <a title="Bill Gates Pun Menggunakan Twitter" href="http://adhit.web.id/bill-gates-pun-menggunakan-twitter/" target="_self">Bill Gates yang akhirnya juga menggunakan Twitter</a>. Teknologi yang berkembang sekarang pun semakin memudahkan kita untuk mengakses jejaring sosial tersebut, seperti melalui perangkat ponsel maupun <em>smartphone,</em> selain melalui PC dengan berbagai macam <em>browser</em>nya atau bahkan jika memiliki <em>web hosting</em> Anda dapat <a title="Posting Status Twitter Melalui Fungsi Curl PHP" href="http://adhit.web.id/posting-status-twitter-melalui-fungsi-curl-php/" target="_self">membuat aplikasi Twitter dengan PHP</a>. Disamping itu terdapat juga beberapa <strong>aplikasi-aplikasi <em>client</em></strong> yang cukup menarik untuk mengakses Twitter ini dengan mudah, namun disini saya hanya membatasi khusus dengan sistem operasi <strong><a title="LInux" href="http://adhit.web.id/category/linux/" target="_self">Linux</a> </strong>khususnya <strong>Ubuntu</strong>. Berikut tujuh macam aplikasi Twitter di Linux khusus Ubuntu :</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-753"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. <a title="Twitux" rel="nofollow" href="http://www.getdeb.net/app/Twitux" target="_blank">Twittux</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2010/02/twitux-250x300.png"><img class="alignnone size-full wp-image-755" title="twitux-250x300" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2010/02/twitux-250x300.png" alt="twitux 250x300 7 Macam Aplikasi Client Twitter di Ubuntu Linux" width="250" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Twitux merupakan aplikasi Twitter yang berjalan di desktop GNOME fiturnya antara lain :  <em>view public</em>, <em>friends</em>,<em> timeline</em>, kirim pesan, menambah teman dan ikon <em>systray</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. <a title="gTwitter" rel="nofollow" href="http://code.google.com/p/gtwitter/" target="_blank">gTwitter</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2010/02/gtwitter-10beta_screen-267x300.png"><img class="alignnone size-full wp-image-756" title="gtwitter-10beta_screen-267x300" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2010/02/gtwitter-10beta_screen-267x300.png" alt="gtwitter 10beta screen 267x300 7 Macam Aplikasi Client Twitter di Ubuntu Linux" width="267" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Merupakan aplikasi berbasis GTK+ yang didesain untuk berinteraksi dengan <em>web service</em> Twitter. Ditulis menggunakan bahasa Mono/C# dan beberapa dependensi <em>library</em> dari GNOME. Antarmukanya pun terinspirasi dari aplikasi Twitter punya Mac yaitu Twitterrific.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3.  <a title="Spaz" rel="nofollow" href="http://funkatron.com/spaz#download" target="_blank">Spaz</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2010/02/spaz-twitter.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-757" title="spaz-twitter" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2010/02/spaz-twitter.jpg" alt="spaz twitter 7 Macam Aplikasi Client Twitter di Ubuntu Linux" width="301" height="446" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Aplikasi Twitter dengan desain attaktif dan dapat dikostumisasi sendiri. Dibuat menggunakan XHTML, Javascript dan CSS berdasarkan <em>framework</em> Adobe AIR.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. <a title="Twril" rel="nofollow" href="http://www.twhirl.org/" target="_blank">Thwirl</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2010/02/twhirl-03-timeline-240x300.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-758" title="twhirl-03-timeline-240x300" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2010/02/twhirl-03-timeline-240x300.jpg" alt="twhirl 03 timeline 240x300 7 Macam Aplikasi Client Twitter di Ubuntu Linux" width="240" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sama seperti Spaz yang menggunakan platform Adobe AIR, termasuk mudah digunakan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. <a title="TwitterFox" rel="nofollow" href="http://www.naan.net/trac/wiki/TwitterFox" target="_blank">TwitterFox</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2010/02/twitterfox8-247x300.png"><img class="alignnone size-full wp-image-759" title="twitterfox8-247x300" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2010/02/twitterfox8-247x300.png" alt="twitterfox8 247x300 7 Macam Aplikasi Client Twitter di Ubuntu Linux" width="247" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">TwitterFox merupakan salah satu ekstensi dari <em>browser</em> <a title="Mozilla Firefox 3.6 15% Lebih Cepat Daripada Sebelumnya" href="http://adhit.web.id/mozilla-firefox-3-6-15-lebih-cepat-daripada-sebelumnya/" target="_self">Mozilla Firefox</a> yang dapat menampilkan <em>update</em> status teman Anda dan memposting status Anda sendiri. Jika esktensi ini telah terinstal di <em>browser</em> Firefox Anda, maka akan terlihat ikon kecil yang menandakan adanya status dari teman-teman Anda.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>6. <a title="Twitter Deskbar" rel="nofollow" href="http://philwilson.org/blog/2007/03/post-to-twitter-from-ubuntu-deskbar.html" target="_blank">Twitter Deskbar</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2010/02/twitter-deskbar-screenshot.png"><img class="alignnone size-full wp-image-760" title="twitter-deskbar-screenshot" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2010/02/twitter-deskbar-screenshot.png" alt="twitter deskbar screenshot 7 Macam Aplikasi Client Twitter di Ubuntu Linux" width="402" height="127" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Merupakan aplikasi Twitter yang terintegrasi dengan GNOME Deskbar dan Anda dapat langsung meng<em>update</em> status Anda langsung dari <em>desktop</em> Anda. Untuk menginstal aplikasi ini Anda harus menginstal <em>widget</em> Deskbar untuk GNOME.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>7. <a title="Alert Thingy" rel="nofollow" href="http://alertthingy.com/" target="_blank">Alert Thingy</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2010/02/alrtthingy-friendfeed-adobe-198x300.png"><img class="alignnone size-full wp-image-761" title="alrtthingy-friendfeed-adobe-198x300" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2010/02/alrtthingy-friendfeed-adobe-198x300.png" alt="alrtthingy friendfeed adobe 198x300 7 Macam Aplikasi Client Twitter di Ubuntu Linux" width="198" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Alert Thingy merupakan aplikasi <em>client</em> FriendFeed yang menggunakan <em>platform</em> Adobe AIR namun dapat juga digunakan untuk Twitter</p>
<p>Sebenarnya masih banyak sekali aplikasi pendukung dari Twitter ini, namun saya hanya memposting tujuh saja berdasarkan pengalaman saya menggunakan Ubuntu 8.04 Hardy Heron. Setelah Anda mencobanya jangan lupa <em>follow</em> <a title="myadhit" href="http://twitter.com/myadhit" target="_blank">@myadhit</a> ya! <img src='http://adhit.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt="icon biggrin 7 Macam Aplikasi Client Twitter di Ubuntu Linux" class='wp-smiley' title="7 Macam Aplikasi Client Twitter di Ubuntu Linux" /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhit.web.id/7-macam-aplikasi-client-twitter-di-ubuntu-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reset Password root Database MySQL di Linux</title>
		<link>http://adhit.web.id/reset-password-root-database-mysql-di-linux/</link>
		<comments>http://adhit.web.id/reset-password-root-database-mysql-di-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 15:08:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hacking]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[database]]></category>
		<category><![CDATA[MySQL]]></category>
		<category><![CDATA[Password]]></category>
		<category><![CDATA[Reset]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhit.web.id/?p=613</guid>
		<description><![CDATA[MySQL adalah Relational Database Management System (RDBMS) yang merupakan turunan salah satu konsep utama dalam database yaitu SQL (Structured Query Language). SQL sendiri adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. Kelebihan dari suatu sistem database (DBMS) dapat diketahui dari cara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/11/mysql_logo.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-614" title="mysql_logo" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/11/mysql_logo.gif" alt="mysql logo Reset Password root Database MySQL di Linux" width="250" height="128" /></a>MySQL adalah <em>Relational Database Management System (RDBMS)</em> yang merupakan turunan salah satu konsep utama dalam database yaitu <em>SQL (Structured Query Language).</em> SQL sendiri adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. Kelebihan dari suatu sistem database (DBMS) dapat diketahui dari cara kerja <em>optimizer</em>-nya dalam melakukan proses perintah-perintah SQL, yang dibuat oleh user maupun program-program aplikasinya. Sebagai database server, MySQL dapat dikatakan lebih unggul dibandingkan database server lainnya dalam query data. MySQL juga memiliki portabilitas yang tinggi sehingga dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, dan masih banyak lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun dibalik kehandalannya pernahkah Anda lupa dengan password root MySQL Anda?Jika Anda mengalami hal seperti ini, jangan panik dahulu. Apalagi sampai menginstal ulang MySQL Anda. Berikut cara mereset password root MySQL Anda, sistem yang digunakan yaitu Linux distro Ubuntu :</p>
<p><span id="more-613"></span>1. Buka 2 console atau terminal Anda, bisa dengan kombinasi Ctrl+Alt+F1( console 1), Ctrl+Alt+F2(console 2), dst.</p>
<p>2. Pada console 1, matikan service MySQL Anda, dengan mengetik perintah :</p>
<blockquote><p>$sudo /etc/init.d/mysql stop</p></blockquote>
<p>3. Pada console 2 aktifkan kembali service MySQL dengan <em>option -–skip-grant-tables</em>, dengan mengetik perintah:</p>
<blockquote><p>$sudo mysqld &#8211;skip-grant-tables</p></blockquote>
<p>4. Balik ke console 1, jalankan MySQL client dengan mengetik perintah:</p>
<blockquote><p>$mysql</p></blockquote>
<p>5. Pilih database mysql</p>
<blockquote><p>mysql&gt; use mysql;</p></blockquote>
<p>6. Kemudian ubah password root dengan melakukan query sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>mysql&gt; update user set Password=password(&#8216;password_baruku&#8217;) where User= &#8216;root&#8217;;</p></blockquote>
<p>7. Lakukan flush privileges:</p>
<blockquote><p>mysql&gt; flush privileges;</p></blockquote>
<p>8. Kembali ke console 1 matikan service MySQL dengan cara:</p>
<blockquote><p>$sudo killall mysqld</p></blockquote>
<p>9. Jalankan kembali service MySQL pada console 1 dengan cara:</p>
<blockquote><p>$/etc/init.d/mysql start</p></blockquote>
<p>Mudah-mudahan bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhit.web.id/reset-password-root-database-mysql-di-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cek Status Baterai Laptop Lewat Terminal Linux Dengan acpi</title>
		<link>http://adhit.web.id/cek-status-baterai-laptop-lewat-terminal-linux-dengan-acpi/</link>
		<comments>http://adhit.web.id/cek-status-baterai-laptop-lewat-terminal-linux-dengan-acpi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 16:45:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Baterai]]></category>
		<category><![CDATA[laptop]]></category>
		<category><![CDATA[shell command]]></category>
		<category><![CDATA[status]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhit.web.id/?p=598</guid>
		<description><![CDATA[Lagi-lagi linux dan lagi-lagi terminal/shell, mudah-mudahan tidak membosankan baca tulisan saya yang sifatnya kurang kerjaan ini, beberapa hari yang lalu saya memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan. Entah apa yang saya lakukan ternyata membuat linux saya, dalam hal ini Ubuntu tidak dapat masuk mode grafis, sialnya lagi saya menggunakan laptop. Ditambah tidak ada tempat untuk melakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/06/ubuntu-logo.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-39" title="ubuntu-logo" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/06/ubuntu-logo.gif" alt="ubuntu logo Cek Status Baterai Laptop Lewat Terminal Linux Dengan acpi" width="142" height="164" /></a>Lagi-lagi linux dan lagi-lagi terminal/shell, mudah-mudahan tidak membosankan baca tulisan saya yang sifatnya kurang kerjaan ini, beberapa hari yang lalu saya memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan. Entah apa yang saya lakukan ternyata membuat linux saya, dalam hal ini Ubuntu tidak dapat masuk mode grafis, sialnya lagi saya menggunakan laptop. Ditambah tidak ada tempat untuk melakukan proses charge, belum lagi kerjaan harus cepat selesai. Bingung kan bagaimana cara melihat status baterai laptop kita, jangan-jangan sudah hampir habis.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi Anda jangan khawatir, linux masih mempunyai cara untuk mengecek status baterai lewat terminalnya, salah satunya dengan menggunakan perintah <strong>acpi</strong>. Berikut caranya :</p>
<p><span id="more-598"></span>Lakukan instalasi terlebih dahulu paket program <strong>acpi</strong> dengan mengetik perintah :</p>
<blockquote><p>$ sudo apt-get install acpi</p></blockquote>
<p>Untuk mengecek status baterai, jalankan perintah</p>
<blockquote><p>$ acpi</p></blockquote>
<p>Kira-kira hasilnya seperti ini :</p>
<p><em>Battery 1: discharging, 90%, 02:00:09 remaining</em></p>
<p>Untuk mengecek temperatur baterai Anda dalam Celcius, ketik perintah :</p>
<blockquote><p>$ acpi -t</p></blockquote>
<p>Jika dalam Fahrenheit:</p>
<blockquote><p>$ acpi -t -f</p></blockquote>
<p>Jika mengecek semua statusnya:</p>
<blockquote><p>$ acpi -V</p></blockquote>
<p>Mudah-mudahan bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhit.web.id/cek-status-baterai-laptop-lewat-terminal-linux-dengan-acpi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Kerja FTP Server, Instalasi dan Konfigurasi vsftpd</title>
		<link>http://adhit.web.id/cara-kerja-ftp-server-instalasi-dan-konfigurasi-vsftpd/</link>
		<comments>http://adhit.web.id/cara-kerja-ftp-server-instalasi-dan-konfigurasi-vsftpd/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 15:08:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[FTP]]></category>
		<category><![CDATA[FTP Server]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[vsftpd]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhit.web.id/?p=582</guid>
		<description><![CDATA[Lama juga saya tidak menulis tentang server, terakhir tulisan saya tentang server yaitu Membangun Proxy Server. Kali ini saya akan membahas bagaimana cara membangun FTP Server sendiri di Linux. Dalam hal ini distro yang saya gunakan yaitu Ubuntu, namun semua konfigurasi tidak jauh berbeda dengan distro lainnya. Sebelum menuju tahap instalasi, saya akan terangkan sedikit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/06/ubuntu-logo.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-39" title="ubuntu-logo" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/06/ubuntu-logo.gif" alt="ubuntu logo Cara Kerja FTP Server, Instalasi dan Konfigurasi vsftpd" width="188" height="217" /></a>Lama juga <a href="http://adhit.web.id">saya</a> tidak menulis tentang server, terakhir tulisan saya tentang server yaitu <a title="Membangun Proxy Server Dengan Ubuntu" href="http://adhit.web.id/membangun-proxy-server-dengan-ubuntu/">Membangun Proxy Server</a>. Kali ini saya akan membahas bagaimana cara membangun FTP Server sendiri di Linux. Dalam hal ini distro yang saya gunakan yaitu Ubuntu, namun semua konfigurasi tidak jauh berbeda dengan distro lainnya. Sebelum menuju tahap instalasi, saya akan terangkan sedikit apakah FTP Server itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Merujuk pada wikipedia, FTP (<em>File Transfer Protocol</em>) adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork. Protokol ini masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (<em>download</em>) dan penggugahan (<em>upload</em>) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP.  Sebuah server FTP diakses dengan menggunakan <em>Universal Resource Identifier</em> (URI) dengan menggunakan format <em>ftp://namaserver</em>. Klien FTP dapat menghubungi server FTP dengan membuka URI tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-582"></span>Untuk prosesnya dapat dilihat dari gambar berikut ini :</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/11/cara_kerja_ftp_server.png"><img class="size-full wp-image-583  aligncenter" title="cara_kerja_ftp_server" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/11/cara_kerja_ftp_server.png" alt="cara kerja ftp server Cara Kerja FTP Server, Instalasi dan Konfigurasi vsftpd" width="441" height="462" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum membuat koneksi, port TCP nomor 21 di sisi server akan &#8220;mendengarkan&#8221; percobaan koneksi dari sebuah klien FTP dan kemudian akan digunakan sebagai port pengatur (control port) untuk (1) membuat sebuah koneksi antara klien dan server, (2) untuk mengizinkan klien untuk mengirimkan sebuah perintah FTP kepada server dan juga (3) mengembalikan respons server ke perintah tersebut. Sekali koneksi kontrol telah dibuat, maka server akan mulai membuka port TCP nomor 20 untuk membentuk sebuah koneksi baru dengan klien untuk mentransfer data aktual yang sedang dipertukarkan saat melakukan pengunduhan dan penggugahan.</p>
<p style="text-align: justify;">FTP hanya menggunakan metode autentikasi standar, yakni menggunakan <em>username</em> dan <em>password</em> yang dikirim dalam bentuk tidak terenkripsi. Pengguna terdaftar dapat menggunakan username dan password-nya untuk mengakses, men-download, dan meng-upload berkas-berkas yang ia kehendaki. Umumnya, para pengguna terdaftar memiliki akses penuh terhadap beberapa direktori, sehingga mereka dapat membuat berkas, membuat direktori, dan bahkan menghapus berkas. Pengguna yang belum terdaftar dapat juga menggunakan metode <em>anonymous login</em>, yakni dengan menggunakan nama pengguna <em>anonymous</em> dan password yang diisi dengan menggunakan alamat e-mail.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Instalasi vsftpd</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan asumsi bahwa Anda telah menginstal Ubuntu, masuk ke terminal kemudian jalankan perintah :</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">$sudo apt-get install vsftpd</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tunggu hingga selesai kemudian jalankan perintah :</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">$sudo /etc/init.d/vsftpd start</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Untuk menjalankan FTP server</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Konfigurasi vsftpd</strong></p>
<p style="text-align: justify;">File konfigurasinya terletak di <em>/etc/vsftpd.conf</em> untuk membukanya jalankan perintah :</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">$sudo nano /etc/vsftpd.conf</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Bila anda ingin user anonymous dapat menggunakan ftp, tambahkan atau edit baris ini :</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>anonymous_enable=YES</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya bila anda tidak ingin user anonymous dapat menggunakan ftp, ubah nilai baris diatas menjadi NO seperti di bawah ini :</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>anonymous_enable=NO</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Bila anda ingin lokal user (user pengguna komputer namun bukan root user) dapat login menggunakan ftp protokol, tambahkan atau edit baris ini :</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>local_enable=YES</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya bila anda ingin lokal user (user pengguna komputer namun bukan root user) tidak dapat login menggunakan ftp protokol ubah nilai baris diatas menjadi <em>NO</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila anda ingin mengubah root directory dari user anonymous (default root directorynya ada di <em>/home/ftp</em> ), tambahkan atau edit baris ini :</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>anon_root=&lt;anonymous user root directory yang anda inginkan&gt;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Bila ingin memberikan pesan selamat datang, tambahkan dan edit baris ini :</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>ftpd_banner &#8220;pesan selamat datang&#8221;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Membatasi jumlah klien, tambahkan dan edit baris ini:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>max_client jumlah maksimum klien</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Membatasi jumlah klien dengan IP yang sama, tambahkan dan edit baris ini:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>max_per_ip jumlah maksimum klien per IP</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Mengunci FTP user di direktori home, tambahkan dan edit baris berikut:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>chroot_local_user=YES</p>
<p>chroot_list_enable=YES</p>
<p>chroot_list_file=/etc/vsftpd/chroot_list</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Untuk file /etc/vsftpd/chroot_list tambahkan bila tidah ada. Dengan begitu semua ftp root directory tiap local user ada di home directory masing-masing user. Jika anda ingin membuat pengecualian untuk user tertentu agar root directorynya tetap berada di / anda dapat menuliskan nama user tersebut di file <em>/etc/vsftpd/chroot_list</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun jika anda ingin agar hanya user tertentu saja yang ftp root direktorinya pindah ke home direktori masing-masing anda dapat mengubah paramater baris <em>chroot_local_user</em> menjadi <em>NO</em> seperti ini <em>chroot_local_user=NO</em> lalu menuliskan user yang ingin dipindah root direktorinya ke dalam file <em>/etc/vsftpd/chroot_list</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekian sedikit tutorial mengenai FTP Server menggunakan vsftpd, mudah-mudahan bermanfaat.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhit.web.id/cara-kerja-ftp-server-instalasi-dan-konfigurasi-vsftpd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koneksi iPhone/iPod Touch via USB di Ubuntu Menggunakan iFuse</title>
		<link>http://adhit.web.id/koneksi-iphone-ipod-touch-via-usb-di-ubuntu-menggunakan-ifuse/</link>
		<comments>http://adhit.web.id/koneksi-iphone-ipod-touch-via-usb-di-ubuntu-menggunakan-ifuse/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 17:11:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[ifuse]]></category>
		<category><![CDATA[iphone]]></category>
		<category><![CDATA[ipod]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhit.web.id/?p=487</guid>
		<description><![CDATA[Anda memiliki iPhone atau iPod Touch?Dan Anda bingung bagaimana melakukan tukar data dengan komputer dengan sistem Ubuntu?Tentu Anda tidak ingin mempermalukan diri Anda sendiri bukan?Karena Anda mampu membeli perangkat tersebut tetapi Anda bingung melakukan koneksi perangkat tersebut ke Ubuntu . Jangan khawatir Anda dapat melakukannya dengan iFuse. iFuse memungkinkan kita untuk me-mount sebuah iPhone atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/10/iphone-3g.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-489" title="iphone-3g" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/10/iphone-3g-194x300.jpg" alt="iphone 3g 194x300 Koneksi iPhone/iPod Touch via USB di Ubuntu Menggunakan iFuse" width="194" height="300" /></a>Anda memiliki iPhone atau iPod Touch?Dan Anda bingung bagaimana melakukan tukar data dengan komputer dengan sistem Ubuntu?Tentu Anda tidak ingin mempermalukan diri Anda sendiri bukan?Karena Anda mampu membeli perangkat tersebut tetapi Anda bingung melakukan koneksi perangkat tersebut ke Ubuntu <img src='http://adhit.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt="icon biggrin Koneksi iPhone/iPod Touch via USB di Ubuntu Menggunakan iFuse" class='wp-smiley' title="Koneksi iPhone/iPod Touch via USB di Ubuntu Menggunakan iFuse" /> . Jangan khawatir Anda dapat melakukannya dengan iFuse.</p>
<p style="text-align: justify;">iFuse memungkinkan kita untuk me-mount sebuah iPhone atau iPod Touch di Linux menggunakan kabel USB. Kita dapat melihat dan mengedit file persis seperti drive disk USB biasa. iFuse tidak memerlukan “jailbreaking” atau mengakibatkan garansi hangus dan bekerja tanpa memerlukan software tambahan terinstal di iPhone atau iPod Touch (seperti `ssh`).</p>
<p style="text-align: justify;">iFuse adalah sebuah FUSE filesystem driver yang menggunakan `libiphone` sehingga bisa terhubung dengan perangkat-perangkat tanpa merusak atau jailbreak. iFuse menggunakan protokol asli Apple “AFC”, melalui kabel USB normal agar dapat terhubung dengan file media iPhone (atau iPod Touch) di Linux.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-487"></span>Begitu iPhone ter-mounted, kita dapat mencopy file dari dan ke file media apapun yang terdapat di direktori chroot `/var/root/Media`. Termasuk file foto dan musik.</p>
<p><strong>Instalasi iFuse di Ubuntu</strong></p>
<p>Langkah pertama edit file /etc/apt/sources.list file</p>
<blockquote><p>sudo gedit /etc/apt/sources.list</p></blockquote>
<p>Tambahkan baris berikut</p>
<p><strong>Ubuntu Karmic 9.10 </strong></p>
<blockquote><p>deb http://ppa.launchpad.net/jonabeck/ppa/ubuntu karmic main</p>
<p>deb-src http://ppa.launchpad.net/jonabeck/ppa/ubuntu karmic main</p></blockquote>
<p><strong>Ubuntu Jaunty 9.04</strong></p>
<blockquote><p>deb http://ppa.launchpad.net/jonabeck/ppa/ubuntu jaunty main</p>
<p>deb-src http://ppa.launchpad.net/jonabeck/ppa/ubuntu jaunty main</p></blockquote>
<p><strong>Ubuntu Intrepid 8.10</strong></p>
<blockquote><p>deb http://ppa.launchpad.net/jonabeck/ppa/ubuntu intrepid main</p>
<p>deb-src http://ppa.launchpad.net/jonabeck/ppa/ubuntu intrepid main</p></blockquote>
<p><strong>Ubuntu Hardy 8.04</strong></p>
<blockquote><p>deb http://ppa.launchpad.net/jonabeck/ppa/ubuntu hardy main</p>
<p>deb-src http://ppa.launchpad.net/jonabeck/ppa/ubuntu hardy main</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kemudian simpan dan tutup file tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang kita instal gpg key menggunakan key berikut:</p>
<blockquote><p>sudo apt-key adv &#8211;recv-keys &#8211;keyserver keyserver.ubuntu.com F0876AC9</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Lalu update sources.list</p>
<blockquote><p>sudo apt-get update</p></blockquote>
<p>Dan instal iFuse menggunakan perintah berikut:</p>
<blockquote><p>sudo apt-get install ifuse</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Jika sudah selesai maka kita dapat menghubungkan iPhone/iPod Touch ke komputer Ubuntu kita dan akan muncul di desktop.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/10/ubuntu_ipod_iphone_ifuse.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-488" title="ubuntu_ipod_iphone_ifuse" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/10/ubuntu_ipod_iphone_ifuse.png" alt="ubuntu ipod iphone ifuse Koneksi iPhone/iPod Touch via USB di Ubuntu Menggunakan iFuse" width="589" height="359" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhit.web.id/koneksi-iphone-ipod-touch-via-usb-di-ubuntu-menggunakan-ifuse/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Instalasi Firefox 3.5 Pada Ubuntu</title>
		<link>http://adhit.web.id/instalasi-firefox-3-5-pada-ubuntu/</link>
		<comments>http://adhit.web.id/instalasi-firefox-3-5-pada-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 18:55:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[firefox]]></category>
		<category><![CDATA[Instalasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhit.web.id/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu, Mozilla telah merilis browser Firefox 3.5 setelah sebelumnya berada dalam tahap versi beta, dengan berbagai fitur dan kemudahan yang dimiliki browser Firefox semakin memiliki banyak pengguna.  Buat pengguna Windows maupun Mac tidak ada masalah, tinggal download langsung install. Namun ada sedikit yang mengganjal yaitu bagaimana dengan yang menggunakan Linux macam Ubuntu?Bahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/07/Ubuntu-firefox.png"><img class="alignleft size-full wp-image-267" title="Ubuntu-firefox" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/07/Ubuntu-firefox.png" alt="Ubuntu firefox Instalasi Firefox 3.5 Pada Ubuntu" width="143" height="145" /></a>Beberapa waktu yang lalu, <a href="http://adhit.web.id/firefox-3-5-telah-dirilis/" target="_blank">Mozilla telah merilis browser Firefox 3.5</a> setelah sebelumnya berada dalam tahap versi beta, dengan berbagai fitur dan kemudahan yang dimiliki browser Firefox semakin memiliki banyak pengguna.  Buat pengguna Windows maupun Mac tidak ada masalah, tinggal download langsung install. Namun ada sedikit yang mengganjal yaitu bagaimana dengan yang menggunakan Linux macam Ubuntu?Bahkan Ubuntu terbaru yaitu Ubuntu 9.04 pun tidak disediakan update dari versi 3.0 ke 3.5 dan lebih disayangkan lagi bahwa Firefox 3.5 tidak akan disertakan dalam paket resmi Ubuntu 9.10.</p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah tanpa banyak bicara lagi saya akan menerangkan bagaimana cara menikmati browser Firefox 3.5 tanpa masalah di Ubuntu kesayangan Anda <img src='http://adhit.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt="icon smile Instalasi Firefox 3.5 Pada Ubuntu" class='wp-smiley' title="Instalasi Firefox 3.5 Pada Ubuntu" /> . Terdapat 2 macam cara melakukan instalasi Firefox ini yaitu :</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-266"></span><strong>a. Menggunakan Ubuntuzilla</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Ubuntuzilla merupakan skrip phyton yang memudahkan Anda meng-update aplikasi Mozilla yang tidak terdapat dalam repository Ubuntu.</p>
<p style="text-align: justify;">1. Download paket debiannya di<a href="http://sourceforge.net/projects/ubuntuzilla/files/" target="_blank">sini</a></p>
<p style="text-align: justify;">2. Tutup Firefox Anda</p>
<p style="text-align: justify;">3. Buka terminal dan jalankan perintah :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">#sudo ubuntuzilla.py -a install -p firefox</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Ubuntuzilla akan memandu Anda melakukan proses instalasi sampai sukses</p>
<p style="text-align: justify;">4. Anda cukup menjalankannya dengan perintah firefox atau dari &#8220;Application Menu&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>b.  Menggunakan wget dan tar</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. Backup profl Firefox 3 Anda terlebih dahulu dengan mengetik perintah:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">#cp -r ~/.mozilla/firefox/ ~/firefox_backup</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Direktori backup Anda akan berada di /home/Anda</p>
<p style="text-align: justify;">2. Download dan ekstrak Firefox 3.5 dengan mengetik perintah :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">#wget -O -http://releases.mozilla.org/pub/mozilla.org/firefox/releases/3.5/linux-i686/en-US/firefox-3.5.tar.bz2 | tar xj -C ~</p>
</blockquote>
<p style="text-align: left;">3. Firefox 3.5 Anda sekarang tersimpan di /home Anda,  sebelum menjalankannya jangan lupa menutup Firefox lama Anda terlebih dahulu, kemudian jalankan perintah :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">#~/firefox/firefox</p>
</blockquote>
<p style="text-align: left;">Anda pun juga dapat menambahkan Firefox 3.5 ke &#8220;Application Menu&#8221; Anda yaitu buka System&#8211;&gt;Preferences&#8211;&gt;Main Menu</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/07/Ubuntufirefox11.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-269" title="Ubuntufirefox1" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/07/Ubuntufirefox11.jpg" alt="Ubuntufirefox11 Instalasi Firefox 3.5 Pada Ubuntu" width="400" height="330" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dari menu pilih &#8220;Internet&#8221; kmudian hapus entri Firefox lama Anda, dan kemudian tambahkan yang baru:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/07/Ubuntufirefox2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-270" title="Ubuntufirefox2" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/07/Ubuntufirefox2.jpg" alt="Ubuntufirefox2 Instalasi Firefox 3.5 Pada Ubuntu" width="400" height="217" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Edit dan masukkan perintah dan lokasi dimana Anda mengekstrak Firefox 3.5 Anda, misalnya /home/your_username/firefox/firefox.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu jalankan dan nikmati browser Firefox 3.5 Anda di Ubuntu kesayangan Anda <img src='http://adhit.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt="icon smile Instalasi Firefox 3.5 Pada Ubuntu" class='wp-smiley' title="Instalasi Firefox 3.5 Pada Ubuntu" /> </p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhit.web.id/instalasi-firefox-3-5-pada-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Router di Rumah Dengan Ubuntu</title>
		<link>http://adhit.web.id/membangun-router-di-rumah-dengan-ubuntu/</link>
		<comments>http://adhit.web.id/membangun-router-di-rumah-dengan-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 15:56:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[firewall]]></category>
		<category><![CDATA[router]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhit.web.id/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Banyak rumah saat ini sudah memiliki akses Internet mandiri. Beberapa di antaranya bahkan telah menggunakan koneksi broadband dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Pertanyaannya, bisakah koneksi Internet tersebut dibagi-pakai ke banyak PC atau notebook di rumah? Jawabnya bisa, dengan router! Router yang akan dibuat — meskipun untuk kelas rumahan — dijamin memiliki kestabilan dan keamanan kelas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/06/ubuntu-logo.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-39" title="ubuntu-logo" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/06/ubuntu-logo.gif" alt="ubuntu logo Membangun Router di Rumah Dengan Ubuntu" width="130" height="150" /></a>Banyak rumah saat ini sudah memiliki akses Internet mandiri. Beberapa di antaranya bahkan telah menggunakan koneksi broadband dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Pertanyaannya, bisakah koneksi Internet tersebut dibagi-pakai ke banyak PC atau notebook di rumah? Jawabnya bisa, dengan router!</p>
<p style="text-align: justify;">Router yang akan dibuat — meskipun untuk kelas rumahan — dijamin memiliki kestabilan dan keamanan kelas enterprise karena didukung dengan sistem operasi Linux. Eits, jangan alergi dulu dengan Linux. Linux yang ini sengaja dipilih dari distro Ubuntu Desktop — distro Linux termudah dan banyak digunakan sebagai terminal kerja. Kami jamin, Anda enggak bakal bertemu dengan perintah baris Linux yang banyak ditakuti oleh pengguna awam.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sini kita akan menggunakan Linux Ubuntu Desktop versi 8.10 (Intrepid Ibex). Namun pengguna Ubuntu versi di bawahnya juga tetap dapat mengikuti langkah yang sama. Oh ya, router yang akan kita buat menggunakan aplikasi Firestarter (www.fs-security.com) yang punya lisensi gratis 100%. Aslinya, aplikasi ini adalah sebuah firewall dengan fitur router. Jadi router Anda nantinya akan memiliki fasilitas firewall. Asyik, kan?</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-164"></span>Mari kita mulai. Sebagai langkah awal, siapkan PC yang sudah ter-instal Ubuntu dan memiliki koneksi Internet aktif sehingga Anda bisa browsing di sana. Jangan lupa sediakan pula sebuah kartu jaringan tambahan untuk menghubungkan Ubuntu ke jaringan lokal.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Instalasi Komponen Utama</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. Ada dua komponen utama yang harus di-instal sebelum kita dapat memfungsikan PC sebagai router, yaitu Firestarter dan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol). Komponen DHCP hanya perlu di-instal jika Anda ingin alamat IP dialokasikan otomatis kepada klien. Jika ingin melakukan konfigurasi alamat secara manual, DHCP tidak wajib di-instal. Untuk meng-instal Firestarter dan DHCP, klik menu System &gt; Administration &gt; Synaptic Package Manager (SPM). Kemudian masukkan password root Ubuntu Anda (jika diminta).</p>
<p style="text-align: justify;">2. Dari jendela SPM, manfaatkan fasilitas “Quick Search” untuk mencari paket Firestarter. Jika sudah ketemu, klik kotak kecil di sebelah paket Firestarter dan pilih “Mark for Installation”.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Selanjutnya, dengan cara yang sama, lakukan pencarian untuk paket DCHP. Jika SPM menyajikan banyak pilihan, pastikan Anda memilih paket “dhcp3-server”. Klik kembali kotak kecil dan pilih “Mark for Installation”. Kemudian klik tombol “Apply” dengan ikon centang hijau yang ada di atas. Sisanya biar Linux yang mengerjakan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Konfigurasi Router</strong></p>
<p style="text-align: justify;">4. Jika instalasi berjalan dengan mulus, langkah berikutnya adalah melakukan konfigurasi Firestarter agar semua koneksi dari klien bisa diteruskan ke Internet. Jalankan Firestarter dari menu Applications &gt; Internet &gt; Firestarter dan masukkan password root Ubuntu jika diminta.</p>
<p style="text-align: justify;">5. Dari jendela utama Firestarter, klik menu Preferences di bagian atas (pastikan tab “Status” aktif), kemudian pilih Network Setting. Perhatikan 2 kotak drop-down yang ada di sana. Kotak drop-down paling atas adalah antarmuka jaringan yang terkoneksi dengan Internet. Jika menggunakan kartu jaringan Ethernet, antarmuka yang ditunjukkan kemungkinan besar adalah “eth0”. Sementara kotak drop-down kedua menunjukkan antarmuka untuk jaringan lokal.</p>
<p style="text-align: justify;">6. Jika sudah ditentukan mana jaringan Internet dan lokal, Anda tinggal mengaktifkan (centang) opsi “Enable Internet connection sharing” dan “Enable DHCP for the local network” (alokasi IP klien otomatis). Rentang alokasi IP menggunakan DHCP juga bisa Anda tentukan sendiri, dengan mengklik tanda panah hitam di sebelah opsi “DCHP server details”. Opsi lain di jendela ini bisa dibiarkan apa adanya, karena kita tidak terlalu membutuhkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">7. Setelah semua selesai disetel, klik tombol “Accept”. Dengan mengklik tombol “Start Firewall”, PC Anda sudah menjadi sebuah router untuk berbagi koneksi Internet. Mudah, bukan?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>TIPS: Bonus Firewall</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak lengkap rasanya jika sebuah router tidak dilengkapi dengan pengaman tambahan untuk menangkal serangan yang sangat mungkin datang dari sisi Internet. Untungnya, Firestarter memang didesain untuk mengamankan PC yang terhubung ke Internet, termasuk klien-kliennya yang terhubung melalui fasilitas Internet Connection Sharing.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya, secara default, Firestarter sudah bekerja sebagai firewall sejak pertama kali diaktifkan. Tetapi setelan default menurut kami masih memiliki banyak lubang yang jika tidak ditutup bukan tidak mungkin bakal ditembus cracker.</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila keamanan menjadi prioritas Anda saat berselancar-ria, tidak ada salahnya mengikuti langkah-langkah sederhana berikut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>A. Menghadang Serangan dari Luar</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. Buka kembali jendela Preferences di Firestarter. Kali ini pilih “ICMP Filtering” dan aktifkan (centang) opsi “Enable ICMP Filtering”. Abaikan opsi lain di bawahnya jika memang tidak ada fitur lain dari protokol ICMP yang diizinkan diterima PC. Selanjutnya, klik tombol Accept.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Kembali ke jendela utama Firestarter, lalu pilih tab “Policy”. Di opsi Editing, pastikan terpilih “Inbound traffic policy” yang artinya kita akan membuat aturan tentang “siapa saja yang boleh mengakses PC atau port dari sisi Internet”. Jika tidak ada port yang boleh diakses dari Internet, maka pastikan daftar “Allow connection from host”, “Allow service”, dan “Forward service” dalam keadaan kosong. Sebaliknya, jika ingin membolehkan sebuah host dari sisi Internet terkoneksi ke router ini, klik kanan area kosong di daftar “Allow connection from host” dan pilih “Add rule”. Kemudian masukkan alamat IP dari host yang diizinkan mengakses router. Jika sudah, jangan lupa klik tombol “Add” dan “Apply”. Cara yang sama bisa dilakukan untuk membolehkan koneksi port/service dari Internet, hanya saja Anda harus bekerja di daftar “Allow service”.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Jika sudah, coba tes PC Anda dengan bantuan situs audit keamanan milik Gibson Research (www.grc.com). Bandingkan hasil sebelum dan sesudah konfigurasi dilakukan (lihat apakah Anda mendapat predikat “Passed” pada TruStealth Analysis atau tidak).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>B. Membatasi Akses URL Klien</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah berhasil membatasi akses dari luar, sekarang kita akan membuat batasan terhadap klien yang akan mengakses Internet. Hal ini sangat berguna jika Anda ingin menghemat bandwidth atau mencegah pengguna di bawah umur mengakses situs yang tidak semestinya. Begini cara melakukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">1. Dari jendela utama Firestarter, klik tab “Policy” dan ubah dropdown editing menjadi “Outbound traffic policy”. Opsi ini dipakai untuk membatasi akses klien lokal ke Internet atau kebalikan dari “Inbound traffic policy” yang telah kita bahas di atas.</p>
<p style="text-align: justify;">2. Akan muncul dua radio button yang masing masing berisi opsi “Permissive by default, black list traffic” dan “Restrictive by default, whitelist traffic”. Permissive by default digunakan jika Anda ingin mengizinkan semua lalu lintas data dari klien ke Internet dan menggunakan daftar policy untuk memblok alamat, host atau service/port tertentu. Sebaliknya, Restrictive by default digunakan untuk memblok semua lalu lintas data dari klien ke Internet dan menggunakan daftar policy untuk membolehkan akses ke alamat, host atau service/port tertentu. Jika ingin memblokir alamat tertentu saja, pilih Permissive by default.</p>
<p style="text-align: justify;">3. Untuk memerintahkan agar Firestarter memblokir situs tertentu, lakukan dengan mengklik kanan area kosong di daftar “Deny connection to host”, lalu pilih “Add rule”. Masukkan alamat IP atau nama domain (tanpa “http://”) di field “IP, host or network”, lalu klik Add. Jika sudah, jangan lupa mengklik Apply di bagian atas jendela Firestarter. Coba kunjungi alamat yang diblokir tadi menggunakan browser.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhit.web.id/membangun-router-di-rumah-dengan-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengubah MAC Address di Ubuntu</title>
		<link>http://adhit.web.id/mengubah-mac-address-di-ubuntu/</link>
		<comments>http://adhit.web.id/mengubah-mac-address-di-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Jul 2009 18:28:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[MAC Address]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhit.web.id/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[MAC Address adalah Media Access Control address, singkatnya adalah alamat fisik yang dipergunakan pada lapis kedua dari 7 lapisan model OSI. Lalu mengapa kita perlu mengubah MAC address?kadang pada situasi tertentu, sebuah jaringan lokal “mengunci” MAC address yang kita pergunakan, misalnya pada sebuah hotspot yang mencatat MAC address yang kita pergunakan dan memberikan jatah dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/06/ubuntu-logo.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-39" title="ubuntu-logo" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/06/ubuntu-logo.gif" alt="ubuntu logo Mengubah MAC Address di Ubuntu" width="130" height="150" /></a>MAC Address adalah Media Access Control address, singkatnya adalah alamat fisik yang dipergunakan pada lapis kedua dari 7 lapisan model OSI. Lalu mengapa kita perlu mengubah MAC address?kadang pada situasi tertentu, sebuah jaringan lokal “mengunci” MAC address yang kita pergunakan, misalnya pada sebuah hotspot yang mencatat MAC address yang kita pergunakan dan memberikan jatah dua jam akses gratis, tapi kita ingin bisa mengakses lebih dari dua jam, kita bisa mengubah MAC address kita sendiri sehingga kita bisa mendapatkan lagi tambahan jatah dua jam. Atau pada jaringan yang membatasi hak akses pada MAC address yang terdaftar, kita bisa mendapatkan hak akses tersebut dengan mengubah MAC address sesuai dengan yang ada dalam daftar.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-161"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Di Ubuntu, pekerjaan ini dapat dilakukan dengan sangat mudah nya:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"># sudo ifconfig eth0 hw ether 00:80:48:BA:d1:20</p>
<p style="text-align: justify;"># sudo ifconfig eth0 up</p>
<p style="text-align: justify;"># sudo ifconfig eth0 | grep HWaddr</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sebelum melakukan perubahan MAC address, ada baiknya dicatat dulu MAC address yang asli, agar kita bisa mengembalikan ke alamat aslinya dengan perintah yang sama jika diperlukan. Cara lain untuk mengembalikan ke MAC address yang asli adalah dengan melakukan reboot.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhit.web.id/mengubah-mac-address-di-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Proxy Server Dengan Ubuntu</title>
		<link>http://adhit.web.id/membangun-proxy-server-dengan-ubuntu/</link>
		<comments>http://adhit.web.id/membangun-proxy-server-dengan-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 18:10:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[proxy server]]></category>
		<category><![CDATA[squid]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhit.web.id/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Proxy dapat dipahami sebagai pihak ketiga yang berdiri ditengah-tengah antara kedua pihak yang saling berhubungan dan berfungsi sebagai perantara, sedemikian sehingga pihak pertama dan pihak kedua tidak secara langsung berhubungan, akan tetapi masing-masing berhubungan dengan perantara, yaitu Proxy. Sebuah analogi; bila seorang mahasiswa meminjam buku di perpustakaan, kadang si mahasiswa tidak diperbolehkan langsung mencari dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/06/ubuntu-logo.gif" alt="ubuntu logo Membangun Proxy Server Dengan Ubuntu" width="130" height="150" title="Membangun Proxy Server Dengan Ubuntu" />Proxy dapat dipahami sebagai pihak ketiga yang berdiri ditengah-tengah antara kedua pihak yang saling berhubungan dan berfungsi sebagai perantara, sedemikian sehingga pihak pertama dan pihak kedua tidak secara langsung berhubungan, akan tetapi masing-masing berhubungan dengan perantara, yaitu Proxy.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebuah analogi; bila seorang mahasiswa meminjam buku di perpustakaan, kadang si mahasiswa tidak diperbolehkan langsung mencari dan mengambil sendiri buku yang kita inginkan dari rak, tetapi kita meminta buku tersebut kepada petugas, tentu saja dengan memberikan nomor atau kode bukunya, dan kemudian petugas tersebut yang akan mencarikan dan mengambilkan bukunya. Dalam kasus diatas, petugas perpustakaan tersebut telah bertindak sebagai perantara atau Proxy. Petugas tersebut juga bisa memastikan dan menjaga misalnya, agar mahasiswa hanya bisa meminjam buku untuk mahasiswa, dosen boleh meminjam buku semua buku, atau masyarakat umum hanya boleh meminjam buku tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-114"></span>Mungkin proses tersebut menjadi lebih lama dibandingkan bila kita langsung mencari dan mengambil sendiri buku yang kita inginkan. Namun bila saja setiap kali petugas mencari dan mengambil buku untuk seseorang, si petugas juga membuat beberapa salinan dari buku tersebut sebelum memberikan bukunya kepada orang yang meminta, dan menyimpannya di atas meja pelayanan, maka bila ada orang lain yang meminta buku tertentu, sangat besar kemungkinan buku yang diminta sudah tersedia salinannya diatas meja, dan si petugas tinggal memberikannya langsung. Hasilnya adalah layanan yang lebih cepat dan sekaligus keamanan yang baik.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Instalasi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pertama-tama install terlebih dahulu squid melalui synaptic atau melalui command prompt dengan cara :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">#sudo apt-get install squid</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Setelah selesai maka Squid langsung dapat di konfigurasikan dengan cara :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">#sudo vi /etc/squid/squid.conf</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tetapi sebelum di edit terlebih dahulu backup dulu file aslinya agar kalau rusak bisa dikembalikan ke default :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">#sudo cp /etc/squid/squid.conf /etc/squid/squid.conf.bak</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Konfigurasi Squid </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya konfigurasi script Squid :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">#sudo vi /etc/squid/squid.conf</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Akan muncul file konfigurasi squid yang sangat panjang, berikut langkah-langkah yang harus diperhatikan….</p>
<p style="text-align: justify;">a. <em>HTTP Port</em> : Merupakan port yang digunakan untuk menjalankan Squid</p>
<p style="text-align: justify;"><em>http_port 8080 </em></p>
<p style="text-align: justify;">b. <em>Visible Host Name</em> : Agar jika terjadi error Squid dapat menemukan hostname yang valid</p>
<p style="text-align: justify;"><em>visible_hostname localhost</em></p>
<p style="text-align: justify;">localhost bisa diganti menjadi ip (e.g 192.168.0.254) atau domain seperti proxy.anu.com</p>
<p style="text-align: justify;">c. <em>Cache Manager</em> : Untuk mendefinisikan email address dari Cache Manager Squid</p>
<p style="text-align: justify;"><em>cache_mgr admin@domain.com </em></p>
<p style="text-align: justify;">d. <em>Direktori Cache Squid</em> : Mendefinisikan letak direktori squid beserta besarannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Angka 500 menunjukkan ukuran direktori dalam MB</p>
<p style="text-align: justify;">Angka 16 menunjukkan jumlah sub direktori tingkat 1</p>
<p style="text-align: justify;">Angka 256 menunjukkan jumlah subdirektori tingkat 2 dari subdirektori tingkat 1</p>
<p style="text-align: justify;">Jumlah diatas makin besar makin baik</p>
<p style="text-align: justify;"><em>cache_dir ufs /var/spool/squid 500 16 256 </em></p>
<p style="text-align: justify;">e. <em>Filtering</em> : Ini merupakan bagian terpenting dari Squid, dengan ini kita bisa mngatur rule-rule, dari mulai siapa saja yang bisa mengakses internet sampai website apa yang diizinkan untuk di akses.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Access List</em> : Siapa saja yang dapat mengakses Internet</p>
<p style="text-align: justify;"><em>acl akses src 192.168.0.1/255.255.255.255</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>acl</em> : merupakan perintah access list</p>
<p style="text-align: justify;"><em>akse</em>s : nama user yang memiliki IP atau group</p>
<p style="text-align: justify;"><em>src</em> : merupakan source ip yang digunakan, bisa menggunakan range jika ingin membuat group</p>
<p style="text-align: justify;"><em>acl group-it src 192.168.0.1-192.168.0.12/255.255.255.255 </em></p>
<p style="text-align: justify;">Filtering Waktu : Memberikan izin akses berdasarkan waktu dan hari</p>
<p style="text-align: justify;"><em>acl waktu-akses time MTWHFA 08:00-16:00</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>acl</em> : perintah access list</p>
<p style="text-align: justify;"><em>waktu-akses</em> : caption untuk perintah acl</p>
<p style="text-align: justify;"><em>time</em> : perintah squid utk mendefinisikan waktu</p>
<p style="text-align: justify;"><em>MTWHFA</em> : merupakan perintah squid untuk mendefinisikan waktu M : Monday, T : Tuesday, etc…..</p>
<p style="text-align: justify;"><em>08:00-16:00</em> : Merupakan waktu yang diperbolehkan untuk memberikan akses internet ke pengguna</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Filtering Website</em> : Memfilter website apa saja yang tidak boleh diakses oleh pengguna.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelumnya harus dibuat dulu suatu dokumen yang berisikan list-list url yang akan diblock, dengan perintah</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">#sudo vi /etc/squid/pornourl.txt</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">kemudian isikan dengan :</p>
<p style="text-align: justify;">www.worldsex.com</p>
<p style="text-align: justify;">www.17tahun.com</p>
<p style="text-align: justify;">dll</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu berikan perintah squid pada file Squid.conf dengan perintah :</p>
<p style="text-align: justify;"><em>acl blokporno dstdomain “/etc/squid/pornourl.txt”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Filtering Keyword : Memfilter keyword yang dimasukkan oleh para pengguna, misalkan pengguna memasukkan kata ’sex’ di google maka Squid akan membloknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum menambahkan perintah di Squid.conf, kita harus membuat file yang berisikan keyword-keyword yang akan  diblok dengan perintah :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">#sudo vi /etc/squid/keywordblock.txt</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Lalu isi dengan kata-kata yang akan di blok :</p>
<p style="text-align: justify;">sex</p>
<p style="text-align: justify;">porn</p>
<p style="text-align: justify;">fuck</p>
<p style="text-align: justify;">dll….</p>
<p style="text-align: justify;">Dan berikan perintah di Squid.conf dengan perintah :</p>
<p style="text-align: justify;"><em>acl keywordblok url_regex -i “/etc/squid/keywordblock.txt” </em></p>
<p style="text-align: justify;">Perintah-perintah filter ini cukup untuk membuat Squid Server sederhana,</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya memberikan hak akses pada aturan-aturan yang telah dibuat sebelumnya. Di Squid perintahnya dinamakan http_access. Perintahnya adalah sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify;"><em>http_access deny blokporno</em> # men-deny semua url yang terdapat pada acl blokporno</p>
<p style="text-align: justify;"><em>http_access deny keywordblock</em> # men-deny keyword yang ada pada acl keywordblock</p>
<p style="text-align: justify;"><em>http_access waktu-akses aku</em> # Memperbolehkan acl waktu-akses pada acl user aku</p>
<p style="text-align: justify;"><em>http_access deny all</em> # Men-deny semua user yang tidak terdaftar pada squid.conf</p>
<p style="text-align: justify;"><em>http_reply_access allow all</em> #default</p>
<p style="text-align: justify;"><em>icp_access allow all</em> #default</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian jangan lupa men-save file konfigurasi squid.conf yang telah diedit dengan menggunakan perintah :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">:wq #w : menyimpan q: keluar (Perintah vi)</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Lalu pada command terminal anda ketikan perintah ;</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">#sudo squid -z</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">f. <em>Transparent Proxy</em></p>
<p style="text-align: justify;">Merupakan suatu teknik agar Squid Proxy menjadi transparent atau tidak terlihat, maksudnya jika biasanya kita memasukkan alamat proxy pada setiap browser (firefox, etc..), jika transparent proxy diterapkan maka pada browser tidak akan kelihatan kita memasukkan alamat proxy kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum memasukkan perintah transparent proxy pada squid, maka kita harus melakukan perintah iptable agar dapat meredirect port yang ada pada komputer client. Maksudnya jika squid kita set pada port 3128, maka permintaan client yang umumnya internet itu berada pada port 80 maka kita harus meredirect port 80 dari client tersebut ke port proxy kita yang berada pada port 3128.</p>
<p style="text-align: justify;">IP Forwarding, agar transparent proxy dapat diterapkan, maka kita harus mengaktifkan Ip Forwarding</p>
<p style="text-align: justify;">dengan memberikan nilai 1 pada file “/proc/sys/net/ipv4/ip_forward” dengan cara :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">#sudo echo 1 &gt; /proc/sys/net/ipv4/ip_forward</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tetapi perintah tersebut harus kita jalankan auto startup, agar jika komputer squid mati kita tidak perlu repot2 menjalankan perintah tersebut secara terus menerus.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikutnya kita harus menjalankan ip_tables agar client dapat meredirect port squid server kita dengan perintah :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">#sudo iptables -A PREROUTING -t nat -p tcp –dport 80 -j REDIRECT –to-port 8800</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kemudian restart proxy dengan perintah :</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">#sudo /etc/init.d/squid restart</p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhit.web.id/membangun-proxy-server-dengan-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

