<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>adhit.web.id™ &#187; Server</title>
	<atom:link href="http://adhit.web.id/tag/server/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adhit.web.id</link>
	<description>my daily unix notes</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Sep 2011 13:50:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
<link>http://adhit.web.id</link>
<url>http://adhit.web.id/wp-content/plugins/maxblogpress-favicon/icons/favicon-56.ico</url>
<title>adhit.web.id™</title>
</image>
		<item>
		<title>Cara Kerja FTP Server, Instalasi dan Konfigurasi vsftpd</title>
		<link>http://adhit.web.id/cara-kerja-ftp-server-instalasi-dan-konfigurasi-vsftpd/</link>
		<comments>http://adhit.web.id/cara-kerja-ftp-server-instalasi-dan-konfigurasi-vsftpd/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 15:08:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[FTP]]></category>
		<category><![CDATA[FTP Server]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>
		<category><![CDATA[Ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[vsftpd]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhit.web.id/?p=582</guid>
		<description><![CDATA[Lama juga saya tidak menulis tentang server, terakhir tulisan saya tentang server yaitu Membangun Proxy Server. Kali ini saya akan membahas bagaimana cara membangun FTP Server sendiri di Linux. Dalam hal ini distro yang saya gunakan yaitu Ubuntu, namun semua konfigurasi tidak jauh berbeda dengan distro lainnya. Sebelum menuju tahap instalasi, saya akan terangkan sedikit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/06/ubuntu-logo.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-39" title="ubuntu-logo" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/06/ubuntu-logo.gif" alt="ubuntu logo Cara Kerja FTP Server, Instalasi dan Konfigurasi vsftpd" width="188" height="217" /></a>Lama juga <a href="http://adhit.web.id">saya</a> tidak menulis tentang server, terakhir tulisan saya tentang server yaitu <a title="Membangun Proxy Server Dengan Ubuntu" href="http://adhit.web.id/membangun-proxy-server-dengan-ubuntu/">Membangun Proxy Server</a>. Kali ini saya akan membahas bagaimana cara membangun FTP Server sendiri di Linux. Dalam hal ini distro yang saya gunakan yaitu Ubuntu, namun semua konfigurasi tidak jauh berbeda dengan distro lainnya. Sebelum menuju tahap instalasi, saya akan terangkan sedikit apakah FTP Server itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Merujuk pada wikipedia, FTP (<em>File Transfer Protocol</em>) adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork. Protokol ini masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (<em>download</em>) dan penggugahan (<em>upload</em>) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP.  Sebuah server FTP diakses dengan menggunakan <em>Universal Resource Identifier</em> (URI) dengan menggunakan format <em>ftp://namaserver</em>. Klien FTP dapat menghubungi server FTP dengan membuka URI tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-582"></span>Untuk prosesnya dapat dilihat dari gambar berikut ini :</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/11/cara_kerja_ftp_server.png"><img class="size-full wp-image-583  aligncenter" title="cara_kerja_ftp_server" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/11/cara_kerja_ftp_server.png" alt="cara kerja ftp server Cara Kerja FTP Server, Instalasi dan Konfigurasi vsftpd" width="441" height="462" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum membuat koneksi, port TCP nomor 21 di sisi server akan &#8220;mendengarkan&#8221; percobaan koneksi dari sebuah klien FTP dan kemudian akan digunakan sebagai port pengatur (control port) untuk (1) membuat sebuah koneksi antara klien dan server, (2) untuk mengizinkan klien untuk mengirimkan sebuah perintah FTP kepada server dan juga (3) mengembalikan respons server ke perintah tersebut. Sekali koneksi kontrol telah dibuat, maka server akan mulai membuka port TCP nomor 20 untuk membentuk sebuah koneksi baru dengan klien untuk mentransfer data aktual yang sedang dipertukarkan saat melakukan pengunduhan dan penggugahan.</p>
<p style="text-align: justify;">FTP hanya menggunakan metode autentikasi standar, yakni menggunakan <em>username</em> dan <em>password</em> yang dikirim dalam bentuk tidak terenkripsi. Pengguna terdaftar dapat menggunakan username dan password-nya untuk mengakses, men-download, dan meng-upload berkas-berkas yang ia kehendaki. Umumnya, para pengguna terdaftar memiliki akses penuh terhadap beberapa direktori, sehingga mereka dapat membuat berkas, membuat direktori, dan bahkan menghapus berkas. Pengguna yang belum terdaftar dapat juga menggunakan metode <em>anonymous login</em>, yakni dengan menggunakan nama pengguna <em>anonymous</em> dan password yang diisi dengan menggunakan alamat e-mail.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Instalasi vsftpd</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan asumsi bahwa Anda telah menginstal Ubuntu, masuk ke terminal kemudian jalankan perintah :</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">$sudo apt-get install vsftpd</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tunggu hingga selesai kemudian jalankan perintah :</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">$sudo /etc/init.d/vsftpd start</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Untuk menjalankan FTP server</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Konfigurasi vsftpd</strong></p>
<p style="text-align: justify;">File konfigurasinya terletak di <em>/etc/vsftpd.conf</em> untuk membukanya jalankan perintah :</p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">$sudo nano /etc/vsftpd.conf</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Bila anda ingin user anonymous dapat menggunakan ftp, tambahkan atau edit baris ini :</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>anonymous_enable=YES</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya bila anda tidak ingin user anonymous dapat menggunakan ftp, ubah nilai baris diatas menjadi NO seperti di bawah ini :</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>anonymous_enable=NO</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Bila anda ingin lokal user (user pengguna komputer namun bukan root user) dapat login menggunakan ftp protokol, tambahkan atau edit baris ini :</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>local_enable=YES</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya bila anda ingin lokal user (user pengguna komputer namun bukan root user) tidak dapat login menggunakan ftp protokol ubah nilai baris diatas menjadi <em>NO</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila anda ingin mengubah root directory dari user anonymous (default root directorynya ada di <em>/home/ftp</em> ), tambahkan atau edit baris ini :</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>anon_root=&lt;anonymous user root directory yang anda inginkan&gt;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Bila ingin memberikan pesan selamat datang, tambahkan dan edit baris ini :</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>ftpd_banner &#8220;pesan selamat datang&#8221;</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Membatasi jumlah klien, tambahkan dan edit baris ini:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>max_client jumlah maksimum klien</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Membatasi jumlah klien dengan IP yang sama, tambahkan dan edit baris ini:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>max_per_ip jumlah maksimum klien per IP</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Mengunci FTP user di direktori home, tambahkan dan edit baris berikut:</p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p>chroot_local_user=YES</p>
<p>chroot_list_enable=YES</p>
<p>chroot_list_file=/etc/vsftpd/chroot_list</p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Untuk file /etc/vsftpd/chroot_list tambahkan bila tidah ada. Dengan begitu semua ftp root directory tiap local user ada di home directory masing-masing user. Jika anda ingin membuat pengecualian untuk user tertentu agar root directorynya tetap berada di / anda dapat menuliskan nama user tersebut di file <em>/etc/vsftpd/chroot_list</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun jika anda ingin agar hanya user tertentu saja yang ftp root direktorinya pindah ke home direktori masing-masing anda dapat mengubah paramater baris <em>chroot_local_user</em> menjadi <em>NO</em> seperti ini <em>chroot_local_user=NO</em> lalu menuliskan user yang ingin dipindah root direktorinya ke dalam file <em>/etc/vsftpd/chroot_list</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekian sedikit tutorial mengenai FTP Server menggunakan vsftpd, mudah-mudahan bermanfaat.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhit.web.id/cara-kerja-ftp-server-instalasi-dan-konfigurasi-vsftpd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Cara Kerja DHCP?</title>
		<link>http://adhit.web.id/bagaimana-cara-kerja-dhcp/</link>
		<comments>http://adhit.web.id/bagaimana-cara-kerja-dhcp/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 07:51:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhit</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Experience]]></category>
		<category><![CDATA[Networking]]></category>
		<category><![CDATA[DHCP]]></category>
		<category><![CDATA[Jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhit.web.id/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan mengenai DHCP ini saya buat berdasarkan pengalaman saya dalam melakukan instalasi jaringan WIFI, untuk melakukan koneksi dalam jaringan tersebut, client diharuskan memasukkan parameter jaringan seperti IP Address, Subnet Mask, Gateway, dan DNS Server . Tentu merepotkan bukan? Daripada repot-repot kenapa gak menggunakan DHCP server aja?:D Berikut sedikit kutipan dari wikipedia. DHCP (Dynamic Host Configuration [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/10/dhcp.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-498" title="dhcp" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/10/dhcp-300x154.jpg" alt="dhcp 300x154 Bagaimana Cara Kerja DHCP?" width="300" height="154" /></a>Tulisan mengenai DHCP ini saya buat berdasarkan pengalaman saya dalam melakukan instalasi jaringan WIFI, untuk melakukan koneksi dalam jaringan tersebut, client diharuskan memasukkan parameter jaringan seperti IP Address, Subnet Mask, Gateway, dan DNS Server . Tentu merepotkan bukan? Daripada repot-repot kenapa gak menggunakan DHCP server aja?:D Berikut sedikit kutipan dari wikipedia.</p>
<p style="text-align: justify;">DHCP (<em>Dynamic Host Configuration Protocol</em>) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.</p>
<p style="text-align: justify;">DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari protokol Bootstrap Protocol (BOOTP).</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-494"></span>Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>DHCP server</strong> merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat &#8220;menyewakan&#8221; alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.</li>
</ul>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>DHCP client</strong> merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.</p>
<p style="text-align: justify;">DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan &#8220;penyewaan&#8221; alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:</p>
<ol>
<li><strong>DHCPDISCOVER</strong>: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.</li>
<li><strong>DHCPOFFER</strong>: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.</li>
<li><strong>DHCPREQUEST</strong>: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.</li>
<li><strong>DHCPACK</strong>: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/10/cara_kerja_dhcp.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-497" title="cara_kerja_dhcp" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/10/cara_kerja_dhcp.gif" alt="cara kerja dhcp Bagaimana Cara Kerja DHCP?" width="563" height="628" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.</p>
<p style="text-align: justify;">Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>DHCP Scope</strong></p>
<p style="text-align: justify;">DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>DHCP Lease</strong></p>
<p style="text-align: justify;">DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan DHCP Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan Microsoft Management Console [MMC]). DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>DHCP Options</strong></p>
<p style="text-align: justify;">DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhit.web.id/bagaimana-cara-kerja-dhcp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Intel dan AMD Dituduh Perlambat Akses Facebook</title>
		<link>http://adhit.web.id/intel-dan-amd-dituduh-perlambat-akses-facebook/</link>
		<comments>http://adhit.web.id/intel-dan-amd-dituduh-perlambat-akses-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 09:44:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adhit</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT News]]></category>
		<category><![CDATA[AMD]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Intel]]></category>
		<category><![CDATA[Server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adhit.web.id/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun Facebook tidak bermaksud menyaingi Google dan membangun servernya sendiri, Facebook tetap frustrasi dengan box server x64 miliknya. Berbicara soal konferensi Structure 09 di San Fransisco kemarin, wakil presiden operasi teknis Facebook, Jonathan Heiliger, pertama kali mengekspresikan kekecewaannya dengan pembuat chip Intel dan AMD, dan kemudian vendor server untuk urusan infrastruktur server milik Facebook. Tentu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://adhit.web.id/wp-content/uploads/2009/06/logo_facebook.jpg" alt="logo facebook Intel dan AMD Dituduh Perlambat Akses Facebook" width="205" height="77" title="Intel dan AMD Dituduh Perlambat Akses Facebook" />Walaupun Facebook tidak bermaksud menyaingi Google dan membangun servernya sendiri, Facebook tetap frustrasi dengan box server x64 miliknya. Berbicara soal konferensi Structure 09 di San Fransisco kemarin, wakil presiden operasi teknis Facebook, Jonathan Heiliger, pertama kali mengekspresikan kekecewaannya dengan pembuat chip Intel dan AMD, dan kemudian vendor server untuk urusan infrastruktur server milik Facebook.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-110"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tentu saja, Facebook kemudian tidak akan menggunakan system generasi sebelumnya.Namun, situasi dimana performance yang ditawarkan vendor chip Intel dan AMD yang tidak menunjukkan kualitas yang baik, telah membuat stack Facebook sulit dikustomisasi. Coding stack Facebook tersebut dibuat dari bahasa PHP dan mengunakan memcached sebagai cache store temporer untuk data halamannya, dan MySQL sebagai penyimpanan permanen untuk data di balik cache server. Atau lebih mudahnya, terdapat keterbatasan software open source Facebook yang digunakan untuk menjalankan situs Facebook.</p>
<p style="text-align: justify;">Baik MySQL dan memcached sebenarnya tidak begitu bagus untuk skala di banyak core dan thread. Oleh karena itu, banyak vendor yang kemudian mengeluarkan memcached versi multithread, dan Sun Microsystems juga mengungkapkan bahwa MySQL 8.4 atau MySQL 5.4 akan kompatibel dengan skala 16 processor thread, sementara MySQL 5.1 hanya membutuhkan 4 thread. Dengan 2 socker box x64 memiliki 12 thread untuk satu chip Istanbul Opteron, dan 16 thread untuk Nehalem EP Xeon, masih tetap saja berjalan lambat di cache dan database Facebook, menurut Heiliger. Menurut Heiliger, software Facebook tidak bisa menggunakan thread di atas.</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya tidak yakin mengapa vendor server telah membuat kami kecewa. Namun, sebenarnya kami lebih puas bila ada vendor server yang bisa mendesain server untuk customer skala sangat besar seperti Facebook yang diakses oleh puluhan ribu titik dalam waktu yang sama.“ ungkap Heiliger. Mengikuti ulasan dari Heiliger, tampaknya Facebook memiliki 2 pilihan, membeli server x64 lebih banyak dan membuat skala besarnya untuk open source, atau mendesain mesin sendiri untuk memberikan performance terbaik per watt dengan kode yang ada.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adhit.web.id/intel-dan-amd-dituduh-perlambat-akses-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

