Tidak terasa bepuluh-puluh tahun ketemu sama si bulan Mei ini, terutama tanggal 4. Yup langsung aja selamat ulang tahun buat aku sendiri hehehehe, makasih banyak buat kekasihku yang selama ini telah menemani diriku berbuat sedikit rusuh di jagat rimba dunia maya. Dia juga mengirimkan harapan dan doanya serta repot-repot mau membuatkan diriku nasi kuning. Makasih ya sayang ya , dan tidak lupa buat sahabat-sahabatku yang lainnya makasih juga ya, serta buat pembaca yang masih sempat mampir buat baca coret-coretan ini saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga di tahun yang kesekian (disensor)* menjadi lebih baik, semakin dewasa dan banyak menulis hal-hal yang berguna buat orang lain walaupun sedikit saja. Amien!
Setelah sekian lama, akhirnya saya dapat ngeblog kembali karena sebelumnya dilanda kesibukan dunia offline ditambah lagi koneksi internet yang sangat mengecewakan. Tanpa basa-basi lagi kali ini saya menerjemahkan sebuah tulisan sumbernya dari quickonlinetips dimana ada sebuah tips yang cukup berguna bagi saya sebagai desain web yang masih cupu.
Hal yang paling sulit bagi seorang web designer adalah merepresentasikan apa yang diinginkan oleh kliennya sendiri, terkadang klien merasa tidak puas terhadap hasil kerja web designer tersebut. Kadang malah klien meminta lebih dimana melebihi dari kemampuan seorang web designer itu sendiri. Untuk itu ada baiknya sebelum seorang web designer itu mengerjakan proyek dari kliennya, alangkah baiknya terlebih dahulu ditanyakan beberapa hal mendasar di bawah ini kepada klien Anda :
WordPress 2.9 baru saja dirilis, setelah melakukan upgrade ternyata menemukan error seperti pada gambar diatas atau dengan kata lain PHP mengeluarkan pesan error seperti ini :
Warning: curl_setopt() [function.curl-setopt]: CURLPROTO_FILE cannot be activated when in safe_mode or an open_basedir is set in /home/xxxx/public_html/wp-includes/http.php on line 1302
openSUSE 11.2 telah dirilis pada bulan November yang lalu, setelah dalam masa penantian panjang mendownloadnya, akhirnya selesai juga file iso sebesar 4 GB itu didownload. Setelah melakukan validasi checksum pada file tersebut akhirnya saya mem-burn file iso tersebut pada sekeping DVD. Kemudian saya melakukan instalasi pada mesin laptop saya yaitu Toshiba L40. Semua instalasi berjalan lancar, saya memilih desktop KDE karena saya sudah lama tidak memakai KDE.
Lumayan bagus juga ternyata, namun ada satu masalah yang menghambat yaitu saya tidak bisa memutar film dan lagu-lagu favorit saya yang sebagian besar berformat mp3, mp4, divx, avi dan sebagainya. Baik Amarok maupun Kaffeine tidak bisa memutar file-file tersebut. Mengapa?Karena openSUSE tidak menyertakan codec mp3, mp4, avi,divx dalam distribusinya disebabkan codec tersebut lisensinya tidak gratis.
Beberapa waktu yang lalu saya juga menulis instalasi codec mp3 pada Ubuntu dengan mudah. Namun Anda jangan patah semangat dulu, setelah melakukan googling saya menemukan beberapa tips salah satunya sebagai berikut :
Meski belum mendemonstrasikan Chrome OS beta, Google telah merilis source code pengembangan sistem operasi terbarunya itu.
Namun Chrome OS sudah tersebar di jaringan P2P Bittorent dan banyak yang mencobanya. Padahal sistem operasi ini baru akan dirilis tahun depan. Pendownload Chrome OS di Torrent sedang ramai, 1 file saja ada yang mendownload sampai 3000 seeder. Versi lengkap termasuk Chrome OS dan VMware hanya 281MB.
Chrome OS lebih ringan dibanding OS Windows, bahkan kabarnya butuh waktu tujuh detik bagi Chrome OS untuk melakukan booting. Tertarik mencobanya?Berikut langkah-langkahnya :
Tulisan mengenai DHCP ini saya buat berdasarkan pengalaman saya dalam melakukan instalasi jaringan WIFI, untuk melakukan koneksi dalam jaringan tersebut, client diharuskan memasukkan parameter jaringan seperti IP Address, Subnet Mask, Gateway, dan DNS Server . Tentu merepotkan bukan? Daripada repot-repot kenapa gak menggunakan DHCP server aja?:D Berikut sedikit kutipan dari wikipedia.
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari protokol Bootstrap Protocol (BOOTP).
Virus yang dikenali sebagai virus Autorun.QBP atau virus yang bercirikan khas yaitu folder dengan logo Cinta atau Love, menggunakan label cinta dalam penyebarannya. Dan bedanya virus Autorun.QBP dengan virus bertemakan cinta lainnya adalah si pembuat tidak membuat pesan baik dalam bentuk dokumen (word atau notepad) dan HTML (browser), namun si pembuat virus menebar hanya dengan menggunakan logo/ikon virus yang berbentuk folder dan meninggalkan jejak file kosong berlabel “khq”.
Seperti apa ciri-ciri, efek serta cara membersihkan komputer kita dari virus Autorun.QBP ini? Berikut di bawah ini intisari dari artikel vaksin.com tentang bagaimana menghadapi virus ini.
Ciri-ciri virus Autorun.QBP
Ciri ciri dari file virus Autorun.QBP, diantaranya:
Masalah ini timbul ketika pada saat saya menghapus partisi Linux dalam komputer saya, ternyata Grub sebagai OS loader masih berada dalam MBR harddisk saya. Karena file konfigurasinya ikut terhapus dalam partisi linux otomatis Grub tidak dapat men-load OS termasuk Windows. Berikut saya jelaskan solusi bagaimana memulihkan MBR termasuk jika MBR itu juga mengalami kerusakan.
Di dalam harddisk, ada sebuah file yang disebut MBR (Master Boot Record). File ini berada di byte pertama dan sektor pertama harddisk; pokoknya benar-benar pertama. Maklum, MBR inilah yang menjadi penanda keberadaan harddisk. Jika dianalogikan, MBR ini seperti peta yang menuntun BIOS menemukan harddisk.
Namun berbagai hal bisa menyebabkan MBR tersebut rusak, seperti terkena virus atau terformat tidak sengaja. Jika itu terjadi, sistem operasi pun kehilangan penunjuk jalan yang ditandai dengan munculnya pesan Operating System not found atau missing operating system di layar.
Akhirnya dapat juga kesempatan upgrade komputer setelah sekian lama tertunda gara-gara kesibukan yang cukup padat, dengan dana yang seadanya yang penting komputer bisa ngejalanin aplikasi web server dan pernak pernik terutama yang berbau aksitektur x64. Cukup dengan mainboard Asus P5KPL-AM, Intel Pentium E5200, HD 250 GB, RAM 2 GB udah dapat menjalankan Ubuntu edisi 64bit dengan baik dan lancar. Trus iseng-iseng baca manual mainboard sampailah di bagian konfigurasi memori, ternyata cukup membingungkan dikarenakan referensinya cukup sedikit. Akhirnya setelah muter-muter di wilayah Google, akhirnya ngerti juga berbagai macam konfigurasi yang ada pada dual channel memory terutama pada DDR2. Maklum pengetahuan saya mengenai hardware rada-rada minim, masih banyak yang perlu saya pelajari lagi. Kalo begitu langsung aja ya berikut konfigurasinya :
Akhir-akhir ini banyak sekali web hosting gratis bermunculan di internet masing-masing menawarkan kelebihannya masing-masing mulai dari kapasitas yang besar, bandwidth yang besar, hingga bebas popup iklan. Salah satunya yaitu 000webhost.com, tentu bagi para hoster sudah tidak asing lagi. Namun saya menemukan kendala ‘kecil’ namun dapat berakibat fatal dikemudian hari pada saat saya melakukan instalasi drupal pada 000webhost, setelah melakukan instalasi semua berjalan normal namun ada sedikit hal yang membuat saya sedikit risih yaitu :
Komentar Terbaru